Nusavoxmedia.id – Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mempertimbangkan kemungkinan mengundurkan jadwal ujian akhir semester (UAS) ganjil hingga Januari 2027. Opsi tersebut muncul karena kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menghambat pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.
Hingga saat ini, pembelajaran jarak jauh (PJJ) masih diterapkan sebagai upaya mengurangi paparan kabut asap terhadap siswa. Kondisi tersebut membuat waktu dimulainya kembali PTM belum dapat dipastikan, sementara sekolah perlu menuntaskan materi pelajaran semester ganjil sebelum ujian dilaksanakan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, mengatakan penentuan jadwal UAS akan mempertimbangkan perkembangan kegiatan belajar serta kesiapan siswa dalam memahami materi yang telah diberikan.
“Kalau seandainya tidak bisa turun November, ada kemungkinan pada Januari,” ujar Jayani, Jumat (16/10/2026). Dikutip dari detikKalimantan
Jayani menjelaskan, pembelajaran melalui PJJ memiliki tantangan tersendiri karena proses penyampaian materi berbeda dengan pembelajaran langsung di kelas. Oleh sebab itu, sekolah perlu mengevaluasi pemahaman siswa sebelum menentukan waktu pelaksanaan ujian.
Apabila PTM dapat kembali berlangsung pada November, sekolah masih memiliki kesempatan untuk mengejar ketertinggalan pembelajaran. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pengayaan, pengulangan, serta penguatan materi sebelum siswa mengikuti UAS.
“Jika PTM sudah dapat dilaksanakan pada November, sekolah masih memiliki kesempatan untuk mengejar ketertinggalan melalui kegiatan pengayaan, pengulangan, dan penguatan materi sebelum ujian berlangsung,” katanya.
Sebaliknya, jika proses belajar belum berjalan optimal dan materi belum sepenuhnya dipahami siswa, sekolah mungkin membutuhkan waktu tambahan. Jadwal ujian yang semula direncanakan pada 7 Desember 2026 berpeluang digeser ke akhir Desember atau Januari 2027, terutama jika bertepatan dengan libur Natal dan Tahun Baru.
Jayani mengungkapkan kekhawatirannya terhadap efektivitas PJJ dalam memastikan seluruh siswa menerima materi pelajaran secara maksimal. Karena itu, kesiapan peserta didik menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan jadwal evaluasi akhir semester.
“Kami khawatir sebagian anak selama PJJ tidak maksimal menerima materi yang diajarkan pada semester ganjil ini,” katanya.
Untuk mengantisipasi ketertinggalan tersebut, Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya akan meminta sekolah mengevaluasi pelaksanaan PJJ. Materi yang belum dikuasai siswa perlu diulang dan diperkuat agar mereka memiliki pemahaman yang memadai sebelum menjalani ujian.
Meski demikian, Jayani menegaskan bahwa pengunduran jadwal UAS belum diputuskan. Dinas Pendidikan masih mempertimbangkan perkembangan kabut asap, kemungkinan dimulainya kembali PTM, serta kesiapan sekolah dalam menyelesaikan materi pembelajaran.
Selain jadwal, pelaksanaan ujian juga masih dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Menurut Jayani, UAS tidak harus menunggu seluruh siswa kembali mengikuti pembelajaran tatap muka karena ujian tetap memungkinkan dilaksanakan secara jarak jauh.
“Bisa PJJ, bisa,” tegasnya.

