Nusavoxmedia.id – Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau periode Januari hingga Agustus 2026 tercatat telah mencapai 16.277,50 hektar. Lonjakan luasan lahan terbakar tersebut dilaporkan langsung oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Provinsi Riau, M Edy Afrizal, dalam rapat penanganan bencana bersama Presiden RI Prabowo Subianto.
“Untuk luasan terbakar dari di Provinsi Riau dari Januari sampai dengan bulan Agustus ini berjumlah sebanyak 16.277,50 hektar. Titik hotspot total dari Januari-Agustus itu sebanyak 10.514 titik,” kata Edy, melaporkan ke Presiden RI Prabowo Subianto, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (24/8/2026). Di lansir kompas.com
Edy merincikan, dari belasan ribu hotspot yang terpantau, sebanyak 521 titik telah berubah menjadi titik api dan mayoritas telah berhasil ditangani oleh tim satgas darat maupun udara. “Sudah menjadi firespot 521 titik. Alhamdulillah sudah kami padamkan, tinggal saat ini tujuh titik,” imbuh Edy.
Saat ini, tujuh titik api yang masih tersisa tersebar di empat wilayah kabupaten, meliputi satu titik di Pelalawan, serta masing-masing dua titik di Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, dan Kabupaten Kampar.
Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo menanyakan langsung luasan area yang masih membara hingga hari ini. “Total di Provinsi Riau hari ini 7 titik itu luasnya berapa?” tanya Prabowo.
“Lebih kurang sekitar 900 hektar, Pak,” jawab Edy.
Meningkatnya eskalasi karhutla di Riau sepanjang 2026 dipicu oleh cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino kuat yang menyebabkan kekeringan parah.
Kondisi ini jauh meningkat dibandingkan periode Januari–Mei 2025 yang mencatatkan luas karhutla di Riau sebesar 751,8 hektare. “Ini memang dipicu oleh fenomena El Nino yang sangat kuat sehingga dibandingkan dengan tahun 2025 ada peningkatan,” kata Edy.
Meski demikian, Presiden Prabowo tetap mengapresiasi kerja keras petugas di lapangan yang berhasil mengendalikan ratusan titik api, sembari meminta jajaran daerah tetap siaga. “Kalau perlu tambahan (bantuan), tapi saya percaya kalian, tinggal 900 (hektar) itu. Tetap waspada untuk ke depan,” kata Prabowo.

