Nusavoxmedia.id – Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno menilai pengungkapan status Joko Widodo sebagai anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dapat berkaitan dengan upaya meningkatkan elektabilitas partai tersebut.
Menurut Adi, langkah itu dilakukan setelah Jokowi sebelumnya beberapa kali hadir dalam kegiatan PSI meski status keanggotaannya belum disampaikan secara terbuka.
“Satu per satu Jokowi keluarkan jurus pamungkasnya untuk meningkatkan elektabilitas PSI. Jokowi sepertinya berhitung PSI belum melesat meski Jokowi sudah blusukan dan suka hadir acara PSI tanpa ber KTA resmi,” kata Adi, Minggu (27/9/2026). Di lansir Kompas.com
Adi mengatakan sejumlah hasil survei yang dia rujuk menunjukkan elektabilitas PSI masih berada di bawah 3 persen. Karena itu, menurut dia, pengumuman status resmi Jokowi sebagai kader dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan perolehan dukungan terhadap PSI.
“Sepertinya Jokowi meyakini kalau resmi nyatakan sudah PSI bakal menderek elektabilitas partai Gajah,” ujarnya.
Adi juga menyebut kemungkinan Jokowi mengambil peran yang lebih besar di internal PSI jika pengungkapan status keanggotaan tersebut belum memberikan dampak yang diharapkan terhadap elektabilitas partai.
“Relawan dan pendukung Jokowi sepertinya yakin bahwa PSI bakal lolos jika Jokowi jadi ketua umum PSI,” tuturnya.
Pernyataan Adi tersebut disampaikan sehari setelah Jokowi secara terbuka menyatakan dirinya telah menjadi anggota PSI. Jokowi mengungkapkan status tersebut saat menghadiri Rapat Koordinasi DPD PSI Kota Bandung di Grand Pasundan, Jalan Peta, Bandung, Sabtu (26/9/2026).
Jokowi mengatakan dirinya telah menjadi bagian dari keluarga besar PSI sejak 14 Oktober 2025. Dalam kesempatan itu, dia juga menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) PSI yang dimilikinya di hadapan para kader.
“Bahwa saya itu sudah masuk menjadi keluarga besar PSI sejak 14 Oktober 2025. Sudah setahun yang lalu. Banyak yang enggak percaya, saya sekarang buka saja kartu anggota saya ini,” katanya kepada kader PSI dalam acara Rapat Koordinasi DPD Kota Bandung di Grand Pasundan, Jalan Peta, Sabtu (26/9/2026).
Jokowi kemudian membacakan nama dan nomor keanggotaan yang tercantum pada kartu tersebut. Langkah itu dilakukan untuk menunjukkan secara langsung statusnya sebagai anggota PSI.
“Sekarang saya bacakan di sini. Tertulis nama, Jokowi Widodo. Nomor keanggotaan, saya bacakan ya. Nomor keanggotaan saya S 337220257777777,” tuturnya.
Jokowi juga menyoroti banyaknya angka tujuh dalam nomor keanggotaannya tersebut.
“Saya enggak tahu kenapa tujuhnya banyak sekali,” ucapnya.
Jokowi berharap pernyataannya tersebut dapat mengakhiri keraguan mengenai statusnya di PSI. Dia menegaskan dirinya telah menjadi bagian dari partai berlambang gajah tersebut.
“Jadi sudah jelas semuanya ya. Jangan sampai ada meragukan bahwa saya ini sudah menjadi keluarga besar PSI,” pungkas Jokowi.
Pengungkapan keanggotaan Jokowi di PSI juga telah diberitakan sejumlah media pada 26 September 2026. ANTARA melaporkan Jokowi menunjukkan KTA PSI di hadapan kader DPD PSI Kota Bandung dan menyebut dirinya menjadi anggota sejak 14 Oktober 2025.

