Nusavoxmedia.id – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyoroti video seorang pegawai Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di Bantul yang diduga menyindir korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Karo, Sumatera Utara.
Video tersebut diunggah kembali oleh Gibran melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu (20/9/2026). Dalam unggahannya, Gibran menyayangkan ucapan yang disampaikan oleh pegawai SPPG tersebut.
“Perkataan oknum SPPG ini sangat disayangkan. Mari kita bersama menjaga ruang publik yang aman dan ramah bagi semua. Jangan sampai anak-anak justru menjadi korban perundungan,” ujar Gibran dalam akun Instagram pribadinya, Minggu (20/9/2026). Di kutip dari Kompas.com
Dalam video yang menjadi sorotan itu, terlihat seorang pria sedang menyantap makanan berupa chicken katsu. Setelah mencicipi makanan tersebut, pria itu kemudian mengucapkan kalimat yang ramai dikaitkan dengan kondisi salah satu korban keracunan MBG di Karo.
“Gua makan chicken katsu masakan kemarin apakah masih enak oh tidak. Ingatanku hilang 70 persen,” kata dia.
Ucapan tersebut kemudian mendapat sorotan dari warganet karena dinilai menyindir Febiona Purba, siswi SMK Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, yang sebelumnya menjadi salah satu korban keracunan MBG.
Febiona dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah kejadian keracunan massal tersebut. Kondisinya juga disebut berkaitan dengan trauma dan penurunan daya ingat.
Dalam unggahan yang sama, Gibran turut menampilkan cuplikan saat dirinya menjenguk korban keracunan MBG. Dalam momen tersebut, Gibran menyampaikan permintaan maaf dan memastikan pemerintah akan memperhatikan proses pemulihan para korban.
“Pak saya yang minta maaf, Pak. Saya minta maaf sekali atas kejadian ini. Kami pastikan anak-anaknya pulih semua ya, sampai benar-benar sembuh total ya,” kata Gibran.
Pernyataan Gibran tersebut disampaikan di tengah perhatian terhadap penanganan korban keracunan MBG serta sorotan terhadap perilaku pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.
Gibran menegaskan pentingnya menjaga ruang publik agar tetap aman dan ramah, terutama bagi anak-anak yang menjadi korban dalam peristiwa keracunan MBG.

