Gunung Anak Krakatau Erupsi Menerus, Abu Vulkanik Capai 50.000 Kaki

Nusavoxmedia.id – Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, kembali mengalami peningkatan aktivitas vulkanik pada Sabtu (5/9/2026).

Aktivitas tersebut ditandai dengan erupsi yang berlangsung terus-menerus. Suara gemuruh hingga dentuman dengan intensitas lemah juga terdengar selama periode pengamatan.

Berdasarkan Laporan Aktivitas Gunung Api (MAGMA-VAR) untuk periode pengamatan pukul 12.00-18.00 WIB, tercatat gempa letusan dengan amplitudo maksimum mencapai 70 milimeter.

Selain itu, aktivitas tremor terekam dalam durasi yang sangat panjang, yakni mencapai 21.600 detik.

Kondisi puncak Gunung Anak Krakatau tidak dapat diamati secara optimal karena tertutup kabut dengan tingkat 0-III. Asap kawah utama juga tidak terlihat akibat kondisi cuaca yang mendung.

Meski demikian, aktivitas erupsi masih terdeteksi melalui instrumen pemantauan serta citra satelit.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Deny Mardiono, mengatakan tingkat aktivitas gunung api tersebut masih berada pada Level III atau Siaga.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya yang dapat ditimbulkan aktivitas erupsi, termasuk sebaran abu vulkanik yang terbawa angin hingga melintasi wilayah udara dan pesisir.

“Masyarakat, pengunjung, wisatawan, serta pendaki tidak diperbolehkan mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas di dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif,” ujar Deny Mardiono dalam keterangan resminya.

Hasil analisis citra satelit dan pemantauan Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) menunjukkan material vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau tersebar di atmosfer pada sejumlah lapisan ketinggian.

Pada lapisan atas, sebaran abu vulkanik terdeteksi mencapai FL500 atau sekitar 50.000 kaki, setara dengan 15.200 meter di atas permukaan laut. Sebaran abu pada ketinggian tersebut bergerak dominan ke arah barat.

Sementara itu, pada lapisan menengah, abu vulkanik terpantau mencapai FL200 atau sekitar 20.000 kaki atau 6.100 meter. Material tersebut bergerak dari arah selatan menuju tenggara.

Dengan aktivitas vulkanik yang masih berlangsung dan sebaran abu yang mencapai ketinggian signifikan, masyarakat serta pihak terkait di sekitar wilayah Gunung Anak Krakatau diminta tetap memantau informasi resmi dari otoritas berwenang.

Sumber: Radar Lampung

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kunjungi Media Sosial Kami

440PengikutMengikuti
2,430PelangganBerlangganan

Latest Articles