Nusavoxmedia.id — KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031. Ia menggantikan kepengurusan sebelumnya dan akan memimpin organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia tersebut untuk periode lima tahun ke depan.
Gus Kikin dikenal luas sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Ia dipercaya melanjutkan kepemimpinan pesantren yang sebelumnya diasuh KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah.
Gus Kikin resmi menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng ke-8 sejak 2020. Penunjukannya sebagai penerus Gus Sholah telah dipersiapkan melalui musyawarah keluarga pada 2016 yang melibatkan keturunan KH M Hasyim Asy’ari selaku pendiri pesantren.
Lahir di Jombang pada Minggu, 17 Agustus 1958, Gus Kikin merupakan putra KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma’shum. Ia berasal dari keluarga pesantren yang memiliki keterkaitan dengan sejumlah ulama besar di Jawa Timur.
Dari garis keturunan ibunya, nasab Gus Kikin tersambung dengan Nyai Hj Khoiriyah Hasyim, putri sulung Hadratussyeikh KH M Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama.
Nyai Hj Khoiriyah Hasyim menikah dengan KH Ma’shum Ali, ulama ahli ilmu falak asal Gresik sekaligus pengarang kitab Amtsilah Tasrifiyah. KH Ma’shum Ali merupakan kakak kandung KH Adlan Ali Cukir.
Sementara dari pihak ayah, Gus Kikin merupakan keturunan KH Anwar Alwi, pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyi’in Paculgowang, Jombang. KH Anwar Alwi menikah dengan Nyai Hj Khadijah.
Dari jalur keluarga tersebut, Gus Kikin juga memiliki hubungan kekerabatan dengan KH Anwar Manshur, Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Lirboyo.
Dalam kehidupan keluarga, Gus Kikin menikah dengan Nyai Hj Lelly Lailyah. Keduanya dikaruniai dua anak, yakni Ning Dewi Adzroti dan Gus Yusuf Adnan.
Riwayat pendidikan Gus Kikin ditempuh melalui jalur pendidikan umum dan pesantren. Pendidikan formalnya dimulai di Madrasah Ibtidaiyah Jombang, kemudian dilanjutkan di SMPN 1 Jombang dan SMAN 2 Jombang.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Gus Kikin melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta. Ia juga meraih gelar sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Terbuka.
Pengalaman pendidikan keagamaan Gus Kikin juga ditempa sejak muda. Ia pernah menjadi santri di Pondok Pesantren Sunan Ampel Jombang yang didirikan oleh ayahnya.
Selain itu, Gus Kikin pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Seblak, Jombang, yang didirikan oleh kakeknya.
Pengalaman panjang di lingkungan pesantren kemudian dilanjutkan Gus Kikin ketika memimpin Tebuireng. Di bawah pengelolaannya, pengembangan pesantren yang sebelumnya dirintis Gus Sholah terus dilanjutkan hingga Tebuireng berkembang dan memiliki 15 cabang di berbagai wilayah Indonesia.
Di luar pesantren, Gus Kikin juga memiliki pengalaman panjang di organisasi Nahdlatul Ulama. Ia dipercaya menjadi Ketua PBNU Bidang Ekonomi sejak 2022.
Sebelumnya, Gus Kikin menjabat sebagai Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur pada periode 2008-2022. Setelah itu, ia dipercaya menjadi Penjabat Ketua PWNU Jawa Timur sebelum kemudian ditetapkan sebagai Ketua PWNU Jawa Timur masa khidmat 2024-2029.
Pengalaman Gus Kikin tidak hanya berada di lingkungan pesantren dan organisasi keagamaan. Ia juga dikenal memiliki kiprah di dunia usaha dan korporasi.
Gus Kikin pernah berkarier di PT Djakarta Lloyd, badan usaha milik negara yang bergerak di sektor pelayaran dan logistik. Pada 1980-1992, ia tercatat pernah menjabat sebagai Kepala Cabang Cilegon dan Pimpinan Harian Cabang Medan.
Kariernya di dunia usaha berlanjut ketika Gus Kikin mendirikan BBS Group pada 1997. Kelompok usaha tersebut bergerak di berbagai sektor.
Ia juga pernah dipercaya menjabat sebagai Ketua Bidang Energi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur pada 2000-2013.
Dalam dunia usaha, Gus Kikin tercatat sebagai pemilik PT Energi Mineral Langgeng (EML), perusahaan nasional yang bergerak di sektor minyak dan gas bumi (migas). Ia juga merupakan pemilik stasiun televisi BBS TV.
Pengalaman di bidang ekonomi dan korporasi tersebut menjadi salah satu bekal Gus Kikin dalam menjalankan peran barunya di PBNU, terutama dalam mendorong kemandirian ekonomi warga NU serta pengembangan dan transformasi digital organisasi.
Dengan latar belakang pesantren, pengalaman panjang di NU, serta kiprah di dunia usaha, Gus Kikin kini mendapat amanah untuk memimpin PBNU masa khidmat 2026-2031.
Sumber: Liputan6.com

